episode, thinking about brain rot

hari ini 3 januari 2025. apa yang kira kira akan gw buat untuk my next life project. wondering what. sesungguhnya menulis itu seperti taylor swift, akan penuh ide kalau hidupnya lagi drama, sementara hidup gw landai aja...dead lock brain. speaking about brain, lagi banyak dibahas soal brain rotten (brain rot) dimana kemampuan otak manusia jadi lemah, terbatas. according to gemini (yeah the most sparkling zodiac ever-mine gemini), brain rot is an informal term used to describe a perceived decline in mental or intellectual abilities, often attributed to excessive consumption of low quality or trivial online content. artinyaa... well, orang jadi goblok. dah tuh... rude! yah karena memang kebiasaan untuk menonton konten receh itu berakibat pada perkembangan otak kita yang ga selaras, otak ga dipake...gitu deh. so how to overcome this phenomenon? kembali ke kebiasaan lama, yaitu baca buku dan jurnaling. dulu kan jaman kita kecil, pasti pada punya diary kan yaaa... dear diary, aku hari ini sedih banget bla bla bla...(hahahaa) nah ini baiknya di bangkitkan lagi, karena ketika kita nulis otak kita secara bersamaan membangun kerjasama antar panca indera. bahkan ketika kita baca pun adalagi bagian otak yang bekerja untuk meningkatkan daya imajinasi kita. secara gw bukan dokter gw jauh deh dari penjelasan ilmiah tapi logicnya dan kalo kalian sering surfing ke beberapa artikel online or youtube or anything else in digital, you can find the answear. googling it!! what the fuck. googling..katanya disuruh baca? whatever. gw ga bermaksud untuk bilang kalo gw orang tercerdas sedunia yaa..but, somehow lo pengen ga sih paham sesuatu yang manfaatnya buat diri lo sendiri supaya lo tau sesuatu diluar kehidupan lo. no..bukan julid... i mean buat up grade otak supaya ga goblok banget. apakah itu akan kepake dikerjaan, maybe yes maybe not. but itu akan kepake ketika lo ketemu orang dan itu jadi bahan obrolan yang bisa bikin lo tambah akrab...ataaaau sekadar lo tau aja tapi bukan sok tau. ok kita bahas soal baca dulu yaa.. reading.. ketahuilah bahwa penulis itu susah setengah mati menciptakan buku atau jurnal mereka, perlu effort dan kegilaan sangat untuk punya ide menulis. coba deh. jadi hargai mereka dengan membaca tumpahan pikiran mereka, bisa itu tulisan ilmiah, atau sekadar fiksi. ketika lo membaca, banyak hal hal menarik yang terjadi...ngantuk! no... ya ya...sebagian orang membaca supaya bisa tidur, tapi sebagian orang membaca karena mereka membutuhkannya. sama sama kebutuhan tapi beda tujuan. ga papa. bebas. when i was a little cute girl, baca buku itu kaya dunia yang bisa memberikan gw dunia baru yang gw ga punya. gw ga bilang hidup gw menyedihkan, nope.hanya saja, kehidupan yang gw jalanin ga sesuai dengan imajinasi gw, tapi ya mo gimana lagi coba... bacaan anak cewek kecil pasti ga jauh jauh dari novel lucu karya enid blyton. apa yang dia tulis sebisa mungkin gw baca.gw punya. not grow up in hans christian andersen literation, tapi beberapa gw baca dan punya. ketika membaca, imajinasi gw jalan jalan membayangkan rumah kecil dipinggir sungai kecil dengan halaman luas penuh bunga daisy. dari situ gw bahkan berimajinasi punya teman imajinasi yang lupa gw namanya siapa. pokoknya dia laki laki danlebih tua dari gw...dari kecil gw pengen banget punya kakak laki laki, yang terjadi..adik gw laki laki..beda rasanya. sampe remaja dan dewasa muda, kegiatan membaca gw cukup masif, kumpulan buku buku gw masih tersimpan dirumah dengan rapih dan terawat. bahkan dulu, kalo gw dan bapak ibu gw jalan ke pusat perbelanjaan (belom ada istilah mall)pastinya gw ditarok di toko buku, entah itu gramedia atau gunung agung. singkat cerita, pergeseran orang membaca buku terjadi sejak era digital mulai berkembang. muncul e-book, buat gw ga fit lah, sakit mata gw baca di kindle. buku kertas udah paling bener laah. ketika digital makin berkembang, tulisan buku berubah menjadi konten audio visual. memudahkan sangat. lo bisa denger tanpa harus liat layarnya, ibaratnya manusia jadi super multitasking. well, bagus sih..tapi lama lama justru konten digital sampah makin banyak yang nikmatin. mungkinkarena level stress orang meningkat, lawakan sampah pun bisa bikin relax. tapi buruknya keasikan itu jadi membatu. banyak yang meninggalkan buku karena alasan kepraktisan. lama lama orang jadi males berpikir. otak males dan membusuk. mindset jadi ga berkembang. terpaku dengan teori lama yang mungkin udah ga sejalan lagi dengan yang sebenernya terjadi. so sad. moving on...to journaling. journaling.. kebiasaan kita dulu dengan nyampah versi analog sebenernya asik lho. rahasia hidup kita kaya tertuang di time capsule yang kita tutup rapet rapet. kalo dibaca orang lain, ngambeknya sampe pengen mindahin gunung. dunia runtuh.lebay. tapi sekarang orang sangat terbuka dengan cerita kehidupan mereka, di publish di sosial media. salah? nope. pemirsa diharap lebih bijak ketika menonton. jaga hati dan dompet biar ga bablas miskin. open source life nowadays adalah sebuah perkembangan ideologi manusia secara umum. berantem sama laki masuk story. beli tas baru upload naek kereta aja upload ootd..biar apaaa? (o my god itu gw, shit) biar seneng kak. simple jawabnya. tapi ga semua hal hal itu bersifat negatif, banyak juga yang manfaatnya bagus banget, misalnya masak, olahraga, tutorial dan curhatan orang versinya sendiri. yang jadi masalah itu ketika adiksi kita terhadap gadget. sehingga peningkatan dampak fisik dan mental nambah. jangan dong yaaa... dan kebiasaan journaling juga bisa ningkatin kemampuan kita dalam mengolah kata juga kemampuan kita berpikir lebih sistematis, objektif dan logis. sekalipun itu isinya sampah kehidupan, secara sistematis kita tulis disitu. dengan unsur objektif dari sisi yang kita alami juga mekanisme logis dari point of view kita. no judging karena ga akan ada orang yang baca. intinya journaling itu untuk meluapkan emosi dengan kerangka berpikir yang lebih tertata. lama lama akan menikmati dengan kita bisa bermain kata. kita jurinya, kita bebas mo nulis apa aja. buat yang memang mau di publish, riset dan catatan kaki jadi hal penting. membiarkan kita drowning dalam ke galauan kita didunia sendiri dan menulis itu akan mebuat mental kita lebih sehat. bahkan saran dari psikolog pun juga , tulislah jurnal. so..terbukti kan, ampuh melawan mental ilness level manapun dan yang pasti otak kita bekerja dengan semestinya. this is my first journal for 2025. semoga istiqomah. if you enjoy this enjoyment, share and lets meet for discuss. appreciate for all mankind. thank you.

Comments

Popular Posts